Senen, 12/06/2017 | Dibaca : 518 Kali
Gara-gara Jadi Petani Saya Bisa Keluar Negeri
Ni Wayan Purnami Rusadi, Petani Muda di Era Global

Sumber Photo : nusabali.com


Mangupura, BaliTerkini.com - Siapa sangka gara-gara menjadi petani muda membuat Ni Wayan Purnami Rusadi, 26, yang akrab disapa Emik bisa menjelajah luar negeri.
 
Buktinya, dengan menjadi petani penyelamat pangan lokal, alumni Magister Agribisnis Universitas Udayana (Unud) ini bisa menjelajah Milan, Italia beberapa tahun lalu bertemu dengan petani-petani muda lainnya.
 
Emik mengaku baru pertama kali ke luar negeri. Kesempatan ini berawal dari dia ikut salah satu komunitas yang bergerak di bidang pangan lokal di Bali. Setelah satu tahun bergabung, dia kemudian mencoba membuat tulisan mengenai kegiatannya sehari-hari. Selain jamur, dalam tulisannya dia juga menyertakan kegiatannya selama bekerja di Jimbaran hijau, tempat kebun organik dan saat menjadi pendamping Simantri selama dua tahun. Akhirnya, dia lolos ke Milan bersama satu petani lainnya, Wahyu dari Singaraja.
 
Selama di Milan, Emik belajar banyak hal. Bahwa di banyak belahan dunia, masih banyak anak muda yang mau jadi petani untuk menyelamatkan pangan lokal di negaranya. “Di Milan kita hampir dua minggu. Jadi kegiatannya lebih ke gebrakan petani-petani muda di dunia bahwa kebangkitan petani muda itu sekarang saatnya. Sekaligus sharing tentang makanan jung food yang sesugngguhnya menyamarkan identitas pangan lokal,” ungkapnya.
 
Tahun-tahun berikutnya, Emik kembali terbang ke luar negeri. Kali ini, dia juga mengikuti acara serupa di Singapura. Terakhir, saat beberapa minggu lalu, Emik juga berkesempatan berbagi ilmu tani di Negeri Tirai Bambu, Cina. Dia bertemu dengan ribuan petani-petani muda di seluruh belahan dunia.  
 
Jadi, setelah menjadi petani, ada hal luar biasa lainnya yang dia dapatkan, yang bahkan tidak terbayang dalam benaknya. Seandainya tidak menjadi petani, mungkin Emik tidak akan mendapat kesempatan itu. “Gara-gara jadi petani saya bisa keluar negeri. Jadi saya ingin meluruskan pandangan masyarakat tentang keberadaan petani saat ini. Saatnya yang muda bangkit,” seru pemenang lomba wirausaha Disdikpora Bali tahun 2013 itu. [sumber: nusabali.com]
 
*) Judul Asli : Ni Wayan Purnami Rusadi, Petani Muda dari Desa Peguyangan Kaja Budidayakan Jamur, Bisa Raup Untung Rp 12 Juta


Oleh : baliterkini

Kirim Komentar Anda

Berita Terkait

Visitor

361783
Pengunjung hari ini : 77
Total pengunjung : 119303
Hits hari ini : 154
Total Hits : 361783
Pengunjung Online: 4