Senin, 10/04/2017 | Dibaca : 446 Kali
Menjadikan Anjing Sebagai Abdi berdaya dan Berprestasi
Menguji Ketangkasan Anjing di Rumah Wayan Suardana

Sumber Photo : baliterkini.com


Tabanan, BaliTerkini.com - Pada masa akhir pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat Pelda di Rindam IX/ Udayana. Wayan Suardana (53 tahun), kini tetap eksis menggeluti sekaligus mengembangkan hobi sebagai pelatih anjing. Dari sekedar hobi dan kecintaannya terhadap anjing telah dijadikan modal dalam berkontribusi  bagi para pecinta binatang dikancah klub-klub Dog Show dalam wadah Perkin (Perkumpulan Kinologi  Indonesia).
 
“ Saya tertarik anjing mulai tahun 1994 yang awalnya hanya sekedar, datang ke kampung –kampung dan ke rumah- rumah. Nah, setelah ada anjing dipamerkan barulah secara professional menjalaninya dan sebenar-benarnya,” ujarnya, Minggu (9/04) di kediamannya Dusun Tegayang, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan.
 
Dirinya menyatakan, pada prinsipnya selain anjing, termasuk semua binatang mempunyai naluri, kebiasaan dan tata cara beradaptasi. Mata hati Wayan Suardana kian terbuka terhadap anjing trah untuk lebih jauh mengenali karakter anjing melalui “sekolah anjing” di kampungnya. 
 
Dia bertekad, yaitu bagaimana menjadikan anjing menjadi binatang penurut dengan motto dalam pribadinya anjing merupakan hewan tidak bisa berpura-pura, beda dengan manusia yang bisa berpura-pura, tidak ada binatang menjadi musuh, jika kita sayangi dia akan enggan. 
 
 
 
Dimata suami dari Ema Suastiari, anjing yang terkesan galak ini kemudian disulap menjadi binatang penurut kepada pemiliknya. Sehingga dapat menjadi abdi berdaya, berhasil guna dan dapat menjadi binatang berprestasi dan membanggakan. 
 
“ Dengan tekad bulat dan dukungan istri dan anak-anak saya, saya tetap menjadikan kegiatan ini sebagai upaya mengisi waktu purnabakti saya melalui lahan dan kandang yang saya sediakan langsung”, ujarnya.
 
Suardana, yang dikaruniai 5 anak tetap ini bersungguh-sungguh melatih anjing yang kebanyakan datang dari tokoh-tokoh ternama. Sehingga suatu ketika anjing yang diajarinya bukan sekedar hanya bisa mengikuti perintah siempunya tetapi juga bisa berlaga diajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
 
 Anjing yang telah dinyatakan berhasil  setidaknya telah melalui berbagai  macam pertintah. Mulai dari basic  obeydience dan perintah tingkat lanjut lainnya. Sehingga anjing yang sudah dianggap terlatih mampu memberikan bonus berupa kategori excellent di ajang perlombaan. [BTcom]


Oleh : baliterkini

Kirim Komentar Anda

Berita Terkait

Visitor

336760
Pengunjung hari ini : 91
Total pengunjung : 109893
Hits hari ini : 604
Total Hits : 336760
Pengunjung Online: 4