


Denpasar, Bali Terkini – Sebanyak 192 atlet Wushu terbaik dari penjuru Kota Denpasar resmi memulai perjuangan dalam Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Kota Denpasar 2026. Ajang yang berlangsung di Gedung Darma Sport Centre Lantai IV, Jalan Hasanuddin, Denpasar ini sekaligus menjadi seleksi atlet yang akan mewakili Ibu Kota Provinsi Bali di tingkat provinsi mendatang.

Perhelatan yang berlangsung 25-29 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK. Para atlet menunjukkan teknik tinggi hasil latihan disiplin di sasana masing-masing.
Koordinator PORJAR Wushu Kota Denpasar, AA. Ngurah Jayanegara, mengungkapkan antusiasme tahun ini sangat luar biasa dengan peserta dari 36 sekolah di empat kecamatan. Dengan dukungan penuh sekolah dan orang tua, ajang ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang membawa harum nama Bali di kancah internasional di masa depan.
“Para atlet yang berlaga adalah putra-putri terbaik yang sudah melewati berbagai uji coba. PORJAR adalah puncak pembuktian untuk mengukur kemampuan secara objektif dan meraih mimpi membela kontingen Denpasar di PORJAR Provinsi Bali,” tegasnya.
Guna menjamin kualitas, panitia menerapkan standar regulasi IWUF (International Wushu Federation) Pada kategori Taolu (Seni), persaingan dibagi menjadi Junior D (maksimal kelas 3 SD), Junior C (kelas 4-6 SD), Junior B (SMP), dan Junior A (SMA/SMK). Nomor yang dipertandingkan mencakup Jurus Tangan Kosong, Pedang, Golok, Toya, Tombak, Taichi, hingga kategori beregu (JITI).
Sementara pada kategori Sanda (Tarung), tensi meningkat saat atlet SMP (Pra Junior) dan SMA/SMK (Junior) berhadapan di atas panggung. Untuk Sanda, setiap kontingen hanya diperbolehkan mengirim satu atlet di setiap kelas berat badan guna memastikan persaingan yang adil.
Pria yang akrab dipanggil Kak Jaya ini menambahkan, pembatasan kuota maksimal dua atlet per nomor tunggal dilakukan agar persebaran kekuatan merata di seluruh Denpasar dan memicu sekolah aktif melakukan pembinaan mandiri.
“Kami melihat potensi besar pada kategori Tradisional dan senjata. Harapannya, para juara memiliki mentalitas untuk mempertahankan supremasi Wushu Denpasar di tingkat Bali maupun nasional,” tutupnya optimis.

