Pandu Prapanca Lagosa Pimpin KONI Karangasem, Fokus Petakan Cabor Berpeluang Medali

Bagikan

Karangasem, Bali Terkini- Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karangasem periode 2026–2030 resmi terbentuk.

Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, dipercaya menakhodai organisasi olahraga tersebut setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).

Musorkablub digelar di Wantilan Sabha Prakerti Nadhi, Kantor Bupati Karangasem, Jumat (13/3/2026).

Forum tersebut menjadi momentum penetapan kepemimpinan baru sekaligus menentukan arah pembinaan olahraga di Karangasem ke depan.

Usai dipercaya sebagai ketua, Pandu menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan cabang olahraga (cabor) yang memiliki peluang besar menyumbang medali.

Menurutnya, Karangasem memiliki banyak atlet berbakat yang perlu mendapatkan pembinaan lebih terarah.

Ia menilai setiap cabang olahraga memiliki potensi atlet yang bisa dikembangkan.

Karena itu, pengurus KONI bersama masing-masing cabor perlu melakukan analisis untuk melihat peluang prestasi secara lebih realistis.

“Banyak atlet yang punya potensi besar. Tinggal bagaimana pembinaannya diperkuat dan dilakukan analisis cabor mana yang memiliki peluang meraih medali,” kata Pandu.

Selain pemetaan potensi, ia juga mendorong pengurus cabang olahraga agar lebih serius dalam menjalankan program pembinaan atlet di organisasinya masing-masing.

Hal tersebut dinilai penting agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan dan tidak hanya fokus menjelang ajang kejuaraan.

Terkait pengelolaan anggaran, Pandu menyebut setiap cabor akan diberikan ruang untuk menyesuaikan penggunaan dana sesuai kebutuhan pembinaan atlet.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menyusun struktur kepengurusan definitif KONI Karangasem.

Susunan pengurus tersebut nantinya akan diajukan ke KONI Provinsi Bali untuk mendapatkan pengesahan.Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, menilai pelaksanaan Musorkablub menjadi langkah penting agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik.

Menurutnya, pencapaian prestasi olahraga tidak bisa diperoleh secara instan.

Dibutuhkan perencanaan matang, manajemen organisasi yang baik, serta pembinaan atlet yang berkelanjutan.

“Prestasi olahraga harus dibangun melalui proses yang terencana dan pembinaan yang konsisten. Dengan manajemen yang baik, potensi atlet daerah bisa berkembang maksimal,” ujarnya. (dkk)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *