Terinspirasi Momen Pawiwahan, Mila Dewi Tuangkan Kisah dalam Lagu “Satya Tanpa Tepi”

Bagikan

Karangasem, Bali Terkini- Alumni salah satu ajang pencarian bakat di Bali, Mila Dewi kembali hadir meramaikan belantika musik dengan merilis single “Satya Tanpa Tepi”.

Single tersebut terinspirasi dari kebiasaannya tampil mengisi acara pawiwahan di berbagai daerah di Bali.

Mila Dewi mengatakan, “Satya Tanpa Tepi” mengangkat makna kesetiaan dalam sebuah hubungan hingga berujung pada pernikahan.

Single tersebut menjadi karya terbaru sekaligus menambah daftar lagu yang dirilis Mila setelah sebelumnya memperkenalkan beberapa single pop Bali.

Dalam lagu ini, penyanyi asal Desa Kubu, Karangasem itu mencoba menghadirkan nuansa berbeda dengan mengangkat cerita perjalanan cinta seorang perempuan yang mantap melangkah ke jenjang rumah tangga.

“Ide menciptakan lagu tersebut muncul dari sering tampil mengisi acara pawiwahan di berbagai daerah di Bali. Dari situ saya melihat bagaimana prosesi pernikahan sarat dengan janji dan kesetiaan pasangan yang memulai kehidupan baru,” ungkap Mila, Minggu (8/3/2026).

Inspirasi lagu itu bahkan muncul secara spontan saat ia melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Karangasem setelah menyelesaikan rekaman salah satu lagunya.

Dalam perjalanan selama beberapa jam, ia mulai menyusun konsep lirik dan melodi hingga akhirnya berkembang menjadi lagu utuh.“Satya Tanpa Tepi merupakan lagu ciptaan saya sendiri.

Judulnya menggambarkan komitmen cinta yang tidak berbatas, terutama dari sudut pandang seorang perempuan yang meninggalkan masa lajangnya untuk membangun kehidupan bersama pasangan,” ungkap dia.

Dalam proses produksinya, Mila menggandeng WIGO Project Official sebagai label yang menaungi perilisan lagu tersebut. Aransemen musik digarap oleh Widi Gomes, sementara proses rekaman diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Tak hanya merilis lagu, Mila juga menyiapkan video klip dengan konsep pawiwahan adat Bali.

Visualnya dibuat sederhana namun tetap menonjolkan makna sakral dari prosesi pernikahan.

Proses pengambilan gambar dilakukan oleh Widhi Photo, sedangkan tata rias dipercayakan kepada Sasya Beauty Studio.

Meski demikian, proses produksi tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala.

Mila mengaku harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk proses rekaman serta melakukan beberapa kali pengambilan ulang vokal agar mendapatkan hasil terbaik.

Karier bermusik Mila sendiri telah dimulai sejak mengikuti sejumlah ajang lomba menyanyi seperti BRTV dan KPB.

Ia sempat merilis single pada 2005 sebelum akhirnya vakum cukup lama karena menetap di Lombok.

Setelah kembali ke Bali pada 2021, semangatnya untuk berkarya kembali muncul. Ia pun mulai merilis beberapa lagu seperti “Jalan Ubadin”, “Jengah”, dan “Med Pedidian”.

Melalui lagu “Satya Tanpa Tepi”, Mila berharap karyanya bisa diterima masyarakat Bali sekaligus menjadi salah satu lagu yang mengiringi momen bahagia pasangan yang melangsungkan pawiwahan. (dkk)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *