Karangasem, Bali Terkini- Genap satu tahun pasangan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa memimpin Kabupaten Karangasem sejak pelantikan 20 Februari 2025.
Dalam momentum refleksi yang digelar di Taman Jagat Karana, Sabtu (21/2), pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian sebagai fondasi awal perubahan.
Di hadapan masyarakat, keduanya menegaskan arah pembangunan tetap berpijak pada visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Karangasem AGUNG”, dengan penekanan pada pembangunan yang merata dan menyentuh kebutuhan dasar warga.
Infrastruktur Dikebut, Dianggarkan lebih dari Rp150 Miliar
Selama setahun terakhir, perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama.
Pemerintah kabupaten mencatat peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 68,5 kilometer di sejumlah kecamatan.
Anggaran infrastruktur yang digelontorkan disebut melampaui Rp150 miliar, mencakup perbaikan fasilitas pendidikan, jaringan air bersih, serta drainase kawasan perkotaan.
Tambahan marka jalan dan 18 unit lampu penerangan jalan umum (LPJU) juga dipasang, terutama di kawasan ekonomi dan pariwisata.
Meski demikian, Bupati Parwata mengakui masih ada ruas jalan rusak yang belum tertangani karena berstatus jalan provinsi maupun nasional. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah atasan terus dilakukan agar penanganan bisa segera direalisasikan.
Perluasan Layanan Air Bersih
Pemenuhan air bersih menjadi agenda prioritas melalui Perumda Tirta Tohlangkir. Modernisasi pompa, pembangunan reservoar, hingga perluasan jaringan pipa sekitar 9 kilometer dilakukan untuk menjangkau wilayah rawan air, khususnya di Kecamatan Kubu.Bersama Bank BPD Bali, pemkab juga menyalurkan bantuan pipanisasi senilai Rp712 juta.
Selain itu, sembilan banjar adat menerima SK Bupati sebagai penguatan legalitas kelembagaan.
Layanan Kesehatan Diperluas Di sektor kesehatan
pemerintah meluncurkan program Ambulans AGUNG sebagai layanan respons cepat.
Cakupan Universal Health Coverage (UHC) diklaim telah menjangkau lebih dari 200 ribu jiwa, sementara angka stunting ditekan hingga 3,47 persen.
Penguatan fasilitas RSUD Karangasem juga dilakukan, termasuk penambahan ruang NICU dan alat CT Scan 64 Slice bantuan Kementerian Kesehatan.
Sejumlah puskesmas dan pustu direhabilitasi, disertai layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta percepatan penanganan TBC dan kesehatan ibu-anak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut didukung dengan kebutuhan 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana 13 di antaranya telah beroperasi hingga akhir 2025.
Sekolah Direvitalisasi
Bidang pendidikan diarahkan pada pembenahan sarana dan prasarana.
Revitalisasi ruang kelas, laboratorium, ruang guru, hingga pengadaan 1.530 unit mebel sekolah dilakukan secara bertahap.
Pemerintah juga membangun ruang kelas baru, terutama di sekolah terdampak bencana.
Dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar terus diperkuat, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali yang telah memasuki tahap awal pembangunan pada akhir 2025.
Nelayan, Petani dan UMKM Didorong Bangkit
Pada sektor ekonomi kerakyatan, bantuan jukung fiber dan mesin tempel disalurkan kepada nelayan.
Petani mendapat dukungan jalan usaha tani serta rehabilitasi 14 jaringan irigasi. Di bidang peternakan, 60 ekor bibit sapi dibagikan untuk mendukung populasi ternak.
Komoditas salak Sibetan kembali meraih penghargaan GHIAS, memperkuat posisi pertanian Karangasem.
Sementara UMKM didorong melalui program Karangasem Akhir Pekan, promosi videotron, operasi pasar murah, hingga pembentukan 78 Koperasi Desa Merah Putih.
Kelola Sampah dan Tanggap Bencana
Dalam isu lingkungan, pemerintah meninggalkan metode pembakaran sampah dan beralih ke teknologi pengolahan seperti Mesin Gibrig dan Teba Modern.
Residu plastik kini diolah menjadi campuran aspal dan paving block.
Optimalisasi TPA dilakukan melalui pengayakan sampah untuk menghasilkan kompos dan tanah urug, guna mengurangi volume timbunan lama.
Armada dan mesin pengolah sampah turut ditambah.
Di bidang kebencanaan, proses penyaluran Bantuan Tidak Terduga (BTT) disebut dipangkas dari empat bulan menjadi maksimal tiga minggu. Pada 23 Desember 2025, bantuan senilai Rp335,1 juta disalurkan kepada warga terdampak bencana.
Pariwisata, Administrasi dan Jaring Pengaman Sosial
Sektor pariwisata kembali digerakkan lewat Tulamben Festival dan Travel Mart. Di sisi pelayanan publik, ribuan dokumen kependudukan diterbitkan lebih cepat dan transparan.
Pemkab juga memfasilitasi 1.214 pencari kerja, menggelar pelatihan berbasis kompetensi, serta menyalurkan bantuan sosial dan program bedah rumah. Ratusan buruh pasar dan pekerja informal kini difasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial.
Fondasi Tahun Pertama
Bupati Parwata menilai tahun pertama menjadi fase peletakan dasar pembangunan jangka panjang.
Ia menegaskan komitmen untuk mempercepat program prioritas dan memastikan manfaatnya dirasakan merata.Senada, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar Karangasem terus bergerak menuju daerah yang aman, unggul, dan sejahtera.
Memasuki tahun kedua, Pemkab Karangasem menyatakan akan melanjutkan agenda pembangunan secara terarah dengan fokus pada kebutuhan riil masyarakat. (dkk)
