Jakarta, Bali Terkini – Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) secara resmi menggelar rapat kerja nasional (rakernas) di Jakarta selama 2 hari 13-14 Februari 2026. Pada rakernas ini sekaligus melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) APUDSI se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar.
Untuk Korwil Bali, tokoh muda hindu, I Ketut Sae Tanju, S.E., M.M. resmi terpilih dan dilantik sebagai Koordinator Wilayah APUDSI Provinsi Bali. Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis organisasi dalam memperkuat peran desa sebagai basis utama pembangunan ekonomi nasional.
“APUDSI juga menaruh perhatian besar pada penguatan jejaring internasional. Sejumlah langkah strategis telah dirintis, termasuk pembentukan perwakilan APUDSI di luar negeri, guna membuka akses ekspor bagi produk-produk unggulan desa,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan visi nasional membangun Indonesia dari desa, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan kepengurusan Korwil yang telah terbentuk di seluruh Indonesia, APUDSI optimistis mampu mempercepat transformasi ekonomi desa dan mendorong pelaku usaha desa menjadi aktor utama dalam rantai nilai ekonomi nasional maupun global.
“Kita akan percepat pembentukan Majelis Kesejahteraan Daerah (MKD) Masing- masing kabupaten kota di Bali, sesuai target 30 hari kerja seluruh MKD tuntas terbentuk,” tegas Alumni KMHDI ini.
Sementara Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar menegaskan bahwa APUDSI hadir untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan komoditas unggulan, penguatan UMKM desa, serta penciptaan sistem distribusi dan pembiayaan yang berkelanjutan dengan semangat “Dari Desa Kami Bermula, Dari Satu Kami Melaju”.
Lebih lanjut, APUDSI menetapkan konsep Desa Tangguh (Resilient Village) sebagai arah perjuangan organisasi. Fokus utama diarahkan pada penguatan produksi pangan, pengembangan komoditas primer, serta implementasi sistem resi gudang guna menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku UMKM desa.
“Desa tidak boleh lagi hanya menjadi pelengkap dalam arus ekonomi nasional. Desa harus naik kelas, mampu memproduksi, mengolah, hingga mengekspor produknya sendiri. APUDSI akan menjadi jembatan antara potensi desa dan pasar dunia,” tegas Maulidan.
