Badung, Bali Terkini – Untuk menjaga dan melindungi ekosistem terumbu karang di Bali Ayodya Resort Bali dengan bangga mengumumkan kemitraannya bersama Living Sea dalam meluncurkan sebuah inisiatif konservasi laut berkelanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang resor terhadap pariwisata yang bertanggung jawab dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Berlokasi di sepanjang pesisir indah Nusa Dua, Ayodya Resort Bali menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan laut di sekitarnya. Melalui kerja sama ini, Ayodya Resort Bali dan Living Sea akan melaksanakan serangkaian program konservasi, termasuk transplantasi terumbu karang, edukasi lingkungan bagi tamu dan karyawan, serta kampanye kesadaran mengenai pentingnya mengurangi polusi laut dan melindungi keanekaragaman hayati bawah laut.
Kolaborasi ini merupakan langkah bermakna dalam perjalanan keberlanjutan kami. Sebagai resor yang berada di tepi pantai, kami percaya bahwa menjadi tanggung jawab kami tidak hanya menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan bagi para tamu, tetapi juga secara aktif melindungi keindahan alam yang menjadikan Bali sebagai destinasi yang begitu istimewa,” ujar Vineet Mahajan, General Manager Ayodya Resort Bali, Jumat (13/2).
Sebagai bagian dari inisiatif ini, para tamu Ayodya Resort Bali juga akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan konservasi terumbu karang, seperti program adopsi dan transplantasi karang. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk terlibat dalam pengalaman yang bermakna dan sejalan dengan prinsip pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi bersama Living Sea, Ayodya Resort Bali kembali menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam operasional resor sekaligus berkontribusi pada pelestarian warisan laut Bali bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Living Sea dikenal luas atas program konservasi terumbu karang berbasis komunitas serta inisiatif edukasi yang aplikatif dan partisipatif. Dengan keahlian dan pengalaman mereka dalam restorasi ekosistem laut, kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif yang terukur dan berkelanjutan bagi ekosistem bawah laut Bali.
Perwakilan Living Sea, Leon Boey menyebut kondisi terumbu karang di kebanyakan perairan Indonesia banyak mengalami kerusakan. Aktivitas perburuan ikan yang menggunakan bom maupun racun turut memperparah kerusakan karang.
Sementara pertumbuhan dan kondisi karang di daerah pariwisata disebut lebih bagus karena tidak ada pengeboman ataupun racun. Hal ini dikarenakan terumbu karang menjadi bagian dari yang dipertontonkan untuk wisatawan sehingga harus dirawat.
“Kebanyakan terumbu karang di daerah pariwisata bagus. Selain itu juga menjadi sumber pendapatan bagi warga sekitar dari sektor wisata. Dan hasilnya lebih banyak dibanding pendapat dari mancing,” ungkapnya.
