Karangasem, Bali Terkini- Pekerjaan penataan kawasan Pantai Candidasa di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, masih terus dikebut.
Proyek ini tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi pesisir yang tergerus abrasi, tetapi juga dipandang sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan pariwisata Karangasem dalam jangka panjang.
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, menyebut penataan Pantai Candidasa sebagai kebutuhan mendesak yang telah lama diperjuangkan pelaku pariwisata.
Ia mengungkapkan, usulan konservasi pantai ini sudah disuarakan sejak puluhan tahun lalu, seiring menurunnya kualitas lingkungan pesisir Candidasa.
“Sejak dulu kami mendorong penataan dan konservasi pantai ini. Jadi ketika sekarang mulai terealisasi, tentu kami sangat mendukung,” kata Kariasa.
Menurutnya, Candidasa memiliki posisi penting dalam sejarah pariwisata Karangasem.
Kawasan ini menjadi titik awal berkembangnya pariwisata daerah, sehingga perawatannya dinilai krusial untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat dan mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Ia juga berharap proyek ini mampu memberi dampak luas, tidak hanya bagi Candidasa, tetapi bagi seluruh destinasi wisata di Karangasem.
“Candidasa adalah pintu masuk pariwisata Karangasem. Jika kawasan ini tertata baik, efeknya akan terasa ke wilayah lain,” ujarnya.
Senada dengan itu, Tim Ahli Bupati Karangasem Bidang Pariwisata, I Wayan Tama, menjelaskan bahwa proyek penataan diajukan karena kondisi pesisir Candidasa yang semakin rentan abrasi dalam beberapa tahun terakhir.
Garis pantai yang terus terkikis dinilai mengancam lingkungan sekaligus aktivitas pariwisata.
Tama menyebut, pengajuan penataan Pantai Candidasa telah melalui proses panjang. Usulan tersebut bergulir dari pemerintah daerah hingga ke tingkat provinsi selama hampir dua dekade, sebelum akhirnya terealisasi pada tahun 2025.
“Baru di periode kepemimpinan saat ini penataan Pantai Candidasa bisa benar-benar diwujudkan,” jelasnya.
Selain penguatan pesisir, proyek ini juga mencakup penataan kawasan pendukung, seperti kolam pantai, jalan lingkar, jalur pedestrian, sistem drainase, hingga ruang publik lainnya.
Dengan konsep tersebut, kawasan Candidasa diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.
Sementara itu, Humas PT Hutama Karya, Ngatno, menyampaikan bahwa proyek penataan Pantai Candidasa membentang lebih dari lima kilometer, dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp500 miliar.
Saat ini, pengerjaan masih berada pada tahap awal sebelum dilanjutkan ke fase berikutnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan proyek tetap memperhatikan aktivitas masyarakat setempat.
Nelayan, pelaku usaha, dan warga tetap diberikan ruang untuk menjalankan kegiatan sehari-hari selama proses konstruksi berlangsung.
“Kami berupaya agar aktivitas hotel, restoran, nelayan, dan masyarakat tetap berjalan. Prinsipnya, pembangunan ini harus memberi manfaat tanpa mematikan mata pencaharian warga,” tegas Ngatno.
Dengan penataan yang terencana dan berkelanjutan, Pantai Candidasa diharapkan kembali menjadi daya tarik utama sekaligus penggerak kebangkitan pariwisata Karangasem. (dkk)
