Karangasem, Bali Terkini- Kebakaran yang melanda bangunan Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Arya Gajah Para, Desa Besakih, menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp1,65 miliar.
Kebakaran tersebut dipicu sambaran petir yang mengenai bangunan meru yang saat itu masih dalam proses pembangunan.
Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para, Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana, mengatakan kerugian terbesar berasal dari rusaknya bangunan Meru Tumpang 9 dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.
Selain itu, satu bangunan pelinggih lainnya, yakni Pelinggih Seluang, turut terbakar dengan estimasi kerugian sekitar Rp150 juta.
“Kalau dilihat dari sisi materiil, total kerugian yang kami alami mencapai kurang lebih Rp1,65 miliar,” ujar Suadnyana, Senin (12/1/2025).
Saat kejadian, terdapat sekitar 40 orang tukang yang sedang bekerja di lokasi pembangunan.
Beberapa pekerja menyaksikan langsung sambaran petir tersebut, bahkan ada yang merasakan kesemutan pada tangan akibat getaran sambaran.
Salah satu tukang juga sempat terkena serpihan mudra meru yang terjatuh, meski tidak mengalami luka serius.
“Yang paling kami syukuri adalah tidak ada korban jiwa. Semua pekerja selamat,” imbuhnya.
Pasca kebakaran, pihak pengempon pura langsung menggelar pertemuan dan memutuskan pembangunan pura tetap dilanjutkan, meskipun harus menanggung kerugian besar secara finansial.
Selain penanganan secara sekala, upaya niskala juga akan dilakukan dengan menggelar upacara Guru Piduka di dua lokasi, yakni Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Pedharman Arya Gajah Para.
Upacara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Anggara Kasih Tambir, Selasa (13/1/2026) dengan medasar caru.
“Intinya kami sepakat pembangunan tetap berjalan, sambil memohon penyucian secara niskala,” tutup Suadnyana. (dkk)
