Karangasem, Bali Terkini- Beredarnya foto dan video yang menampilkan kepulan asap putih dari puncak Gunung Agung mendadak ramai dibicarakan di media sosial.
Bahkan muncul narasi yang menyebut gunung tertinggi di Bali itu memancarkan cahaya menyerupai api.
Informasi tersebut membuat sebagian warga merasa cemas, terlebih setelah rentetan bencana terjadi di berbagai daerah Indonesia belakangan ini, mulai dari erupsi Gunung Semeru hingga banjir besar di wilayah Sumatera.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa memberikan klarifikasi resmi.
Ia menegaskan bahwa BPBD telah melakukan koordinasi langsung dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan dipastikan tidak ada tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik.
“Berdasarkan hasil pemantauan, tidak terdeteksi gempa vulkanik pada periode terbaru. Memang sempat tercatat gempa tektonik, namun tidak berdampak pada aktivitas Gunung Agung saat ini,” jelasnya.
Arimbawa juga meluruskan informasi mengenai cahaya yang diklaim masyarakat sebagai kobaran api.
Menurutnya, fenomena tersebut bukan berasal dari aktivitas vulkanik, melainkan bias visual yang muncul dari kondisi cuaca dan refleksi cahaya.
Sementara terkait asap putih yang terlihat, PVMBG memastikan bahwa itu hanyalah uap air yang keluar dari rekahan kawah sisa erupsi tahun 2017, dan belakangan dipicu oleh tingginya intensitas hujan.
“Status Gunung Agung saat ini masih berada pada level Normal,” ungkap dia.
BPBD Karangasem juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi kabar tidak jelas. Ikuti informasi dari sumber resmi,” tegasnya. (AAA)
