Denpasar, Bali Terkini – PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) mencatat sebanyak 14,9 juta kendaraan telah melintasi ruas tol selama periode Januari hingga September 2025. Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dengan rata-rata 55 ribu kendaraan per hari.
Kondisi ini mencerminkan tingginya tingkat mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata dan ekonomi di Pulau Bali, khususnya di wilayah Bali Selatan.
“Hingga triwulan ketiga tahun ini, volume lalu lintas menunjukkan kenaikan sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 13,3 juta kendaraan atau rata-rata 48 ribu kendaraan per hari,” terang Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, Selasa (13/10).
“Tren peningkatan ini, lanjut Adi menjadi bukti bahwa Jalan Tol Bali Mandara telah menjadi jalur transportasi yang dipercaya masyarakat untuk mendukung kelancaran mobilitas serta perkembangan pariwisata di wilayah Bali Selatan.
PT BJT mencatat kendaraan Golongan I (mobil pribadi, bus kecil, dan sejenis) masih mendominasi dengan jumlah 8,7 juta kendaraan. Golongan II (truk dua gandar) : 169 ribu kendaraan, Golongan III (truk tiga gandar): 6,2 ribu kendaraan, Golongan IV (truk empat gandar): 2,3 ribu kendaraan, Golongan V (truk lima gandar atau lebih): 62 kendaraan serta Golongan VI (sepeda motor): 6 juta kendaraan.
Kendaraan pribadi masih mendominasi dengan porsi 58%, diikuti oleh Golongan VI (sepeda motor) sebesar 40%. Data menunjukkan adanya pergeseran tren komposisi lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara. Pada periode yang sama tahun 2024, Golongan I tercatat mencapai 61%, sementara Golongan VI hanya 34%.
“Pergeseran ini menandakan bahwa jumlah pengguna sepeda motor di ruas tol terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan semakin padatnya lalu lintas di jalur arteri.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan jalur sepeda motor di Tol Bali Mandara sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien,” sambungnya.
Kedepan, capaian ini akan menjadi acuan bagi PT JBT dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan jalan tol untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan Tol Bali Mandara.
Sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas, PT JBT terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan pemeliharaan dilakukan secara intensif guna memastikan kualitas infrastruktur tetap optimal.
Upaya yang dilakukan seperti peremajaan tiang penerangan jalan umum (PJU), pemeliharaan barrier pada jalur sepeda motor, dan perbaikan sambungan tiang pancang. Selain itu juga pengecatan ulang marka jalan dan peremajaan rambu lalu lintas hingga peningkatan kualitas jalan melalui Scraping, Filling dan Overlay (SFO)
Adi menegaskan pentingnya sinergi antara pengelola jalan tol, pengguna jalan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan pengalaman berkendara yang aman dan berkualitas.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat layanan operasional, dan menghadirkan pendekatan yang humanis kepada setiap pengguna jalan. Partisipasi aktif masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan layanan yang prima,” ujar Adi.
Dengan semangat pelayanan prima dan keberlanjutan, PT JBT optimis bahwa Jalan Tol Bali Mandara akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Bali yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.
Terakhir, Adi juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi batas kecepatan dan rambu lalu lintas, serta menjaga jarak aman antar kendaraan.
