Bali Terkini – Kabupaten Klungkung selama ini dikenal banyak melahirkan inovasi. Menariknya tidak sedikit dari inovasi itu berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.Sebut saja inovasi pengelolaan sampah di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Gema Santi.
Kali ini pada penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2024, Kabupaten Klungkung menyodorkan inovasi pengelolaan rumput laut di Nusa Penida kepada tim penilai dari tim penilaiindependen dan tim penilaia dari Bappenas.
Penilaian memasuki tahap II meliputi wawancara dan verifikasi lapangan dilaksanakan Selasa (2/4/2024). Pada penilaian tahap I Kabupaten Klungkung mampu bertengger di peringkat 10 secara nasional. Klungkung menjalani penilaian tahap II, guna berburu peringkat tiga besar secara nasional.
Aspek dan indikator penilaian pada tahapan II ini meliputi pencapaian pembangunan terdiri 10 indikator. Kualitas dokumen perencanaan terdiri 4 indikator, proses penyusunan dokumen perencanaan terdiri 5 indikator serta inovasi terdiri dari 4 indikator.
Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika memaparkan profil, pencapaian dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Klungkung di hadapan para panelis di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung.
“Melalui penilaian ini kami tentunya memohon masukan dan arahan sehingga Kabupaten Klungkung bisa selalu berbenah. Dengan lolosnya Kabupaten Klungkung dalam 10 besar, akan semakin menumbuhkan semangat kami untuk bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terang Pj. Bupati Nyoman Jendrika.
Terungkap pula dalam pemaparan kepada tim penilai, terbukti memberikan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat Nusa Penida yang kehilangan pekerjaan sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19.
Produksi rumput laut Nusa Penida sesuai Sensus Pertanian 2023 sebanyak 15.468.525 ton yang dihasilkan oleh 1.066 petani rumput laut.
Beberapa produk olahan terbuat dari rumput laut yang menjadi inovasi seperti, pembuatan kerupuk rumput laut oleh Kelompok Wanita Tani Sari Segara di Dusun Semaya, Desa Suana.
Pembuatan sabun cuci piring dan sabun cuci tangan berbahan rumput laut di Desa Jungutbatu, pembuatan kosmetik juga di Desa Jungutbatu. (dii)
