Arak Bali dan Rempah Pelengkapnya, Cocok Pakai Oleh-Oleh

baliterkini.com

Karangasem, BaliTerkini.com - Sekilas, pembeda dari berbagai label arak bali hanyalah kemasan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, ada perbedaan lain--salah satunya bahan baku.

Perbekel Desa Tri Eka Buana I Ketut Derka mengatakan, setiap arak bali yang dihasilkan memiliki perbedaan dalam pemilihan bahan dasar sebelum proses pengolahan.

"Walau arak bali tidak ada jenis, tapi ada perbedaan dari pemilihan pohon yang digunakan," katanya, seperti dilansir dari Kompas.com

"Ada beberapa daerah yang tidak menggunakan pohon kelapa, tetapi pakai pohon enau (aren)," lanjutnya.

Derka mengatakan, Bali memiliki beberapa tempat yang terkenal akan pembuatan arak yang nikmat.

Beberapa tempat tersebut seperti Desa Tri Eka Buana, Desa Bebandem, dan Desa Abang di Kabupaten Karangasem. Kemudian di daerah Kabupaten Buleleng.

Dari setiap daerah tersebut, masing-masing memiliki pilihan jenis pohon berbeda. Bahkan, ada juga daerah yang menyadap nira dari pohon ental (lontar).

Kendati demikian, Derka mengatakan, arak Bali paling populer dan diminati wisatawan serta masyarakat lokal adalah arak dari nira pohon kelapa.

Di Desa Les Kabupaten Buleleng, bahan baku arak bali berasal dari nira pohon lontar, sekalipun juga terdapat pohon kelapa dan pohon aren di daerah tersebut.

Alasannya, masyarakat setempat lebih sering memanfaatkan nira pohon lontar. Untuk proses pengambilan nira biasanya dipanen hanya 1 x 24 jam.

Sebab, fermentasi nira yang lebih lama saat di pohon dapat menghasilkan alkohol alami.

Manfaat Arak Bali

Minuman fermentasi Bali seperti arak, brem, dan tuak sudah legal berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.


Menurut warga setempat, arak Bali ini banyak peminat karena memiliki manfaat kesehatan untuk tubuh.

"Para petani di Bali kalau di musim dingin seperti musim penghujan itu biasanya sebelum pergi ke sawah, sesudah makan, dia akan minum satu sloki araK terlebih dahulu untuk menghangatkan tubuhnya,” kata Derka, dikutip dari Tribunnews.com

Selain itu, Derka menuturkan bahwa arak Bali memiliki manfaat lain seperti untuk alat kecantikan, mengawetkan kulit, dijadikan sebagai obat rematik dan diabetes, dan dapat dicampur dengan bahan makanan lain.

Untuk campuran arak Bali sendiri, Derka mengatakan bahwa dirinya pernah coba mencampurnya dengan beberapa rempah-rempah seperti cengkeh, jebugarum (pala), dan kayu manis. Bahkan dia juga menambahkan madu dan jeruk nipis.

“Bisa digunakan sebagai bahan makanan seperti wine, vodka, dan whiskey. Arak rasanya lebih enak untuk menggantikan minuman-minuman itu jadi bahan dasar pembuatan makanan. Tapi beberapa restoran dan hotel masih belum pernah coba,” kata Derka.

“Makanya (untuk semakin promosikan arak sebagai minuman dan pengganti minuman alkohol lain sebagai bahan makanan tambahan) nanti akan ada acara untuk ekspos minuman arak. Tapi tidak tahu acaranya untuk kapan itu,” tambahnya.

Selain beberapa manfaat dari arak Bali yang telah disebutkan, Derka menambahkan minuman khas Bali tersebut juga dapat menurunkan panas tubuh tetapi caranya jangan diminum.

Derka mengatakan bahwa beberapa masyarakat di Bali hingga saat ini masih memilih untuk menggunakan arak untuk pengobatan alternatif. 

Cara untuk memanfaatkan arak Bali saat suhu tubuh naik adalah dengan mempersiapkan sebuah sapu tangan dan satu sloki arak Bali. Kemudian, celupkan sapu tangan tersebut hingga basah seluruhnya dan taruh di bawah pusar.

“Diamkan selama semenit atau dua menit. Nanti suhu badan akan turun,” kata Derka. [BTcomberbagai sumber]


TAGS :

Komentar