SpaceX Diluncurkan, Bawa 2 Astronot AS ke Luar Angkasa

Photo Credit: You Tube NASA, Blogs NASA

BaliTerkini.com - Setelah gagal meluncur pada Kamis (28/5/2020), SpaceX kembali mencoba meluncurkan pesawat ulang alik ke orbit dengan membawa dua astronot pensiunan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat, Dough Hurley (53) dan Bob Behnken (49).

Pesawat tersebut meluncur dari titik luncur landasan Pusat Luar Angkasa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, As, Sabtu (30/5/2020) waktu setempat atau pada dini hari (31/5/2020) waktu Indonesia.

Adapun peluncuran pada Kamis lalu batal dilaksanakan karena kendala cuaca buruk. Jika peluncuran kali ini sukses, maka akan menjadi pengiriman astronot ke luar angkasa pertama dari daratan Amerika sejak program pesawat ulang-alik Space Shuttle dihentikan pada 2011. Ini juga bakal jadi tonggak sejarah, karena untuk pertama kalinya astronot menumpang roket perusahaan swasta.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menghentikan program peluncuran astronot satu dekade silam untuk mengembangkan program kemitraan antara pemerintah dan swasta.

NASA memilih SpaceX dan Boeing untuk bermitra. SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama yang maju meluncurkan astronot ke luar angkasa.

Misi bernama Demo-2 ini adalah puncak fase terakhir uji coba Crew Dragon, kapsul antariksa yang bersama roket Falcon 9 menjadi bagian dari pesawat antariksa SpaceX yang akan mengantar dua astronot AS ke luar angkasa.

Kedua astronot itu dibawa dalam kapsul rancangan baru, Crew Dragon (Kru Naga), menuju ke stasiun luar angkasa internasional (ISS). Pesawat akan menjelajah menuju orbit dengan memakan waktu sekitar 19 jam.

Direktur NASA Jim Bridenstine mengatakan akan meluncurkan kembali astronot-astronot AS dengan roket buatan AS sendiri dan dari dalam wilayah AS merupakan prioritas tertinggi NASA.

"Saya lega sekali akhirnya terwujud tetapi kita masih harus tunggu Bob dan Doug kembali selamat, " ujarnya, sebagaimana dikutif dari halaman Kompas.id.

Bagi pendiri SpaceX, Elon Musk, peluncuran itu menjadi tonggak sejarah dari penggunaan kembali roket yang selama ini dilakukan perusahaan miliknya agar biaya operasional penerbangan ke luar angkasa bisa lebih murah dan lebih sering dilakukan.

Peluncuran ini juga menandai untuk pertama kalinya perusahaan swasta, bukan NASA, yang memiliki, mengembangkan, dan mengoperasikan pesawat ulang alik berpenumpang manusia ke orbit. Terakhir kali NASA meluncurkan astronot ke luar angkasa dengan roket baru itu sekitar 40 tahun lalu.

Wahana luar angkasa itu merupakan buatan perusahaan roket swasta Amerika Serikat (AS) milik pengusaha miliuner kelahiran Afrika Selatan, Elon Musk

Musk, pengusaha bidang teknologi tinggi yang meraup kesuksesan di Silicon Valley, itu juga merupakan direktur eksekutif perusahaan pembuat mobil listrik dan baterai, Tesla Inc.



Sementara Hurley dan Behnken merupakan karyawan NASA yang dikontrak untuk meluncur ke orbit bersama SpaceX. Keduanya akan berada di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS) selama empat bulan untuk membantu para pekerja di laboratorium orbit. [BTcom/ berbagai sumber]


TAGS :

Komentar