Misteri Kekebalan Bali dari Virus Corona Jadi Sorotan Blogger dan Media Asing

Arsip Baliterkini.com

Jakarta, BaliTerkini.com - Pandemi corona memang berdampak hebat dan memukul keras kehidupan di Pulau Dewata, Bali. Industri pariwisata di sana lumpuh, tetapi sampai saat ini belum terdengar adanya lonjakan kasus pasien corona.

Ini membuat heran media dan juga blogger-blogger asing, apalagi selama ini Bali dikenal sebagai lokasi wisata yang paling banyak disambangi turis luar negeri. Bahkan, pulau ini masih membuka diri bagi turis mancanegara hingga awal Maret lalu, ketika corona mulai merajalela di dunia.

"Misteri" ini bahkan sampai diulas jadi tulisan khusus oleh Asia Times. Media ini heran, meski pandemi sudah berjalan selama 3 bulan, kasus positif corona di Bali sampai berita ditulis masih di bawah 100.

Luar biasa kalem dibanding pulau tetangganya, yakni Pulau Jawa yang kini lebih dari 5.000 kasus corona terpusat pasiennya di pulau tersebut.

"Saya juga heran, karena rasanya nggak masuk akal," kata Rio Helmi, penduduk Bali sekaligus penulis blog. "Datanya kami gak ada, tapi nggak ada tanda-tanda lonjakan angka kematian juga di sini," lanjutnya, sebagaimana dikutip dari Asia Times.

Bukan cuma itu, di Bali bahkan tidak tampak rumah sakit yang kewalahan menampung pasien, atau bahkan tanda-tanda lainnya yang menunjukkan bahwa corona sudah menyerang pulau yang berpenghuni 4,2 juta jiwa ini.

Kesaksian lain juga hadir dari Jack Daniels, editor koran online mingguan Balidiscovery. Ia mengatakan tak ada kabar soal kematian yang tinggi di Bali, bahkan desa di sekitarnya juga masih bebas dari serangan corona.

Ia memberi catatan bahwa sampai saat ini, yang tewas akibat corona di Bali adalah orang asing. Salah satunya adalah wanita asal Inggris, yang memiliki masalah riwayat kesehatan.

Situasi Bali yang adem ayem ini membuat media asing heran, karena jumlah turis China (negara asal wabah covid-19) sebenarnya naik 3% di Januari kemarin.
Bersamaan dengan diumumkannya lockdown untuk Wuhan. Faktanya, sampai 5 Februari, turis-turis asal Wuhan dan negeri tirai bambu masih berdatangan ke pulau tersebut.

Sebab, baru tanggal itu pihak pemerintah memberikan larangan buat turis penerbangan dari China dilarang datang. Dan seluruh turis luar dilarang datang pada tanggal 31 Maret lalu. Sebanyak 20 ribu warga Bali yang kerja di kapal pesiar juga sudah pulang dan kembali ke rumah masing-masing tanpa lalui masa karantina, kata warga setempat.

Meski begitu, Bali tetap terpukul. Setidaknya dari sektor pariwisata yang merupakan sumber pencaharian mereka.

Awal Aprik kemarin, Asosiasi Perhotelan dan Restoran Indonesia mengumumkan sebanyak 270 hotel dari 1149 hotel di Bali terpaksa ditutup sebagai imbas sepinya pengunjung. Tapi angka ini disebut-sebut terus bertambah tiap hari, dan mereka yang masih buka tingkat okupansinya pun di bawah 10%.

Kondisi ini merupakan kondisi terburuk bagi Bali sejak terjadinya bom Bali pada 2002 lalu. [Sumber: CNBC Indonesia]

*) Judul Asli: Misteri Bagi Orang Asing, Bali Dianggap Kebal Corona?


TAGS :

Komentar