Papan Selancar Ukuran Besar Pecahkan Rekor MURI di HUT RI ke-71

baliterkini.com

Mangupura, Baliterkini.com – Papan selancar ukuran tak lazim jadi pusat perhatian pengunjung pantai Kuta yang dihadirkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Papan selancar raksasa ini memberi catatan baru dalam even bergengsi skala internasional untuk memecah rekor Asia dan dicatat dalam Rekor Museum Record Indoensia (MURI).

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh sejumlah wisatawan untuk mengabadikan momen sekaligus berperan serta menjadi bagian dari even yang digagas oleh World Brand Bali (WBF) Kuta. Even yang berlangsung meriah di dukung pula cuaca cerah  menghadirkan kesenian Bali berupa Gambelan Beleganjur.

Ketua Panitia yang hadir dalam kesempatan ini menyatakan, papan surfing  sepanjang 6 meter dengan lebar 1,2 meter serta bobot 70 kilogram ini merupakan persembahan bagi Bali yang sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata dengen keelokan pantai yang tak kalah sebagai tempat berselancar.

“  Seperti yang kita ketahui bersama Bali identik pariwisata, seni dan budaya. Bali juga bisa dipromosikan melalui jalur ombaknya, Bbali identik dengan ombak yang sudah diakui dunia, untuk itu tercetus pemikiran membuat papan surfing terbesar sekaligus menjadi ikon pariwisata Bali.  Juga didukung Dinas Pariwisata Propinsi Bali yang memberikan apresiasinya. Ini sekaligus memeriahkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-71,” ujar I Wayan Suanda selaku Ketua Panitia dari World Brand Bali.

Kehadiran papan surfing terbesar ini turut di dukung peselancar legendaries yang namanya sudah dikenal dalam berbagai ajang Internasional di bidang olah raga selancar. Surfer asal Kuta ini sekaligus orang pertama yang berhak sebagai pengguna papan selancar serta digunakan langsung dengan didukung peselancar lainnya untuk bisa digunakan ke tengah pantai. Karena ukurannnya tidak lazim ini, dirinya mengakui beberapa kesuliatn sehingga diperlukan beberapa poin secara teknis agar bisa berselancar di atas papan besar.

“ Kesuliatn mengendalikan papan selancar ini ketika akan dibawa ke tengah. Sehingga dibutuhkan beberapa orang sebagai pendamping yang bertugas memegangi dan mendorong, “ kata Ketut Menda.

Sementara itu, Sri Widayati selaku Manajer MURI disela pemberian piagam atas keberhasilan mencatat rekor papan selancar terbesar telah dilakukan penilaian melalui empat proses penilaian yang biasa mereka sebut sebagai kategori PPUL (Paling, Pertama, Unik, dan Langka). Untuk rekor kali ini papan selancar yang digagas WBF masuk kedalam kategori terbesar dan menorehkan catatan kedalam piagam nomor 7544.R.MURI/VIII/2016 ditanda tangi oleh Jaya Suprana sebagai Ketua Umum MURI.

“ Kami mencatat satu rekor spektakuler. Kegiatan ini resmi kami catat di MURI sebagai Rekor ke 7544, “ terangnya.

Wisatawan asing yang kebetulan berlebur merasa kagum diadakannya even yang dirangkai langsung dalam hari Kemerdakaan RI tahun ini. Dirinya bersama rekan yang hadir turut larut dalam suasana bahkan ikut berbaur dengan para pengunjung dan peselancar lainnya, “ Ini momen yang luar biasa, kami tidak menyangka liburan ke Bali saat ini menambah momen baru di Pantai Kuta, “ kata Svetlana wisatawan asal Rusia. [BTcom]


TAGS :

Komentar